PRESIDENT SOEHARTO
o Latar belakang / asal-usulnya.
Haji Moehammad Soeharto,lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921 , Ibu Sukirah dan ayahnya, Kertoredjo alias Wagiyo alias Panjang alias Kertosudiro. Dia adalah anak ketiga dari Kertosudiro dengan Sukirah. Ketika semakin besar, Soeharto tinggal bersama kakeknya, Mbah Atmosudiro, ayah dari ibunya.
Soeharto sekolah ketika berusia delapan tahun, tetapi sering berpindah. Semula disekolahkan di Sekolah Dasar (SD) di Desa Puluhan, Godean. Lalu, pindah ke SD Pedes (Yogyakarta) kemudian ke Wuryantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Soeharto dititipkan di rumah bibinya yang menikah dengan seorang mantri tani bernama Prawirowihardjo. Soeharto kemudian disekolahkan dan menekuni semua pelajaran, terutama berhitung. Dia juga mendapat pendidikan agama yang cukup kuat dari keluarga bibinya. Di bawah bimbingan pamannya yang mantri tani, Soeharto menjadi paham dan menekuni pertanian. Setamat Sekolah Rendah (SR) empat tahun, Soeharto disekolahkan oleh orang tuanya ke sekolah lanjutan rendah di Wonogiri. Soeharto kembali ke kampung asalnya, Kemusuk untuk melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah di Yogyakarta.
Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal.Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai presiden. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie.
o Gaya kepemimpinan.
Gaya kepemimpinan Soeharto dapat digolongkan kepada kelompok otokratis, karena pada masa pemerintahannya dikatakan lebih cenderung meningkatkan dana militer hal ini dapat dilihat dari pendirian dua badan intelijen - Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) dan Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin) serta Mengangkat 100 anggota DPR dari Angkatan Bersenjata dan memberikan 9 kursi wakil Provinsi Irian Barat untuk wakil dari Golkar. Hal ini dilakukan untuk menyingkirkan semua unsur-unsur komunis dari Negara Indonesia dan membawa tindakan penghukuman mati anggota Partai Komunis di Indonesia yang menyebabkan pembunuhan sistematis sekitar 500 ribu "tersangka komunis", kebanyakan warga sipil, dan kekerasan terhadap minoritas Tionghoa Indonesia.
Orde Baru dari Soeharto dapat digambarkan sebagai rezim militer yang birokratik, dengan administrasi militer yang paralel dengan administrasi sipil sampai ke tingkat pedesaan melalui tekanan brutal atas para penentang. Dengan menggunakan jaringan luas militer dan bisnis yang dikontrol oleh negara, keluarga Soeharto dan para kroninya mengambil sebagian besar bagian dari pertumbuhan itu bagi diri mereka sendiri, mencuri sekitar 15-30 milyar Dollar Amerika Serikat dan yang menurut Perserikatan Bangsa Bangsa serta kelompok anti korupsi Transparency International menjadikan Soeharto sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan mungkin sebagai koruptor terbesar dalam sejarah.
Di bulan Desember 1975 Soeharto memberikan otorisasi untuk menginvasi bekas koloni Portugis, Timor Timur. Hampir satu pertiga populasi Timor Timur menjadi korban jiwa invasi dan pendudukan Indonesia itu. Akan tetapi sekalipun telah didukung secara militer dan politis oleh Amerika Serikat, Indonesia sepenuhnya berhasil mengukuhkan kekuasaannya atas Timor Timur, dan pada akhirnya wilayah ini berhasil memperoleh kebebasannya kembali dalam referendum yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa Bangsa pada bulan Agustus 1999, yang kemudian diikuti oleh tindakan bumi hangus oleh militer Indonesia mengakibatkan hampir semua penduduk kehilangan tempat tinggal.
Pada 1978 untuk mengeliminir gerakan mahasiswa yang banyak bergerak sebagai oposisi kepemimpinan Soeharto, maka segera diberlakukannya NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan). Kebijakan ini ditentang keras oleh banyak organisasi mahasiswa.Mulut pers pun dibungkam dengan lahirnya UU Pokok Pers No. 12 tahun 1982. UU ini mengisyaratkan adanya restriksi atau peringatan mengenai isi pemberitaan ataupun siaran. Organisasi massa yang terbentuk harus memperoleh izin pemerintah dengan hanya satu organisasi profesi buatan pemerintah yang diperbolehkan berdiri. Sehingga organisasi massa tak lebih dari wayang-wayang Orde Baru. Kemudian pada tahun 1979-1980 muncul sekelompok purnawirawan perwira tinggi angkatan bersenjata dan tokoh-tokoh sipil yang dikenal kritis, yang tergabung dalam Petisi 50, mengeluarkan serial selebaran yang mengeluhkan sikap politik pemerintah Orde Baru yang menjadikan Angkatan Darat sebagai pendukung kemenangan Golkar, serta menuntut adanya reformasi politik. Sebagai balasannya, pemerintah mencekal mereka. Kelompok ini pun gagal serta tak pernah mampu tampil lagi sebagai kelompok oposisi yang efektif terhadap pemerintahan Orde Baru.
o Prestasi / jasa-jasanya.
Bidang politik
Sebagai presiden Indonesia selama lebih dari 30 tahun, Soeharto telah banyak mempengaruhi sejarah Indonesia. Dengan pengambil alihan kekuasaan dari Soekarno, Soeharto dengan dukungan dari Amerika Serikat memberantas paham komunisme dan melarang pembentukan partai komunis. Dijadikannya Timor Timur sebagai provinsi ke-27 (saat itu) juga dilakukannya karena kekhawatirannya bahwa partai Fretilin (Frente Revolucinaria De Timor Leste Independente /partai yang berhaluan sosialis-komunis) akan berkuasa di sana bila dibiarkan merdeka.
Bidang kesehatan
Untuk mengendalikan jumlah penduduk Indonesia, Soeharto memulai kampanye Keluarga Berencana yang menganjurkan setiap pasangan untuk memiliki secukupnya 2 anak. Hal ini dilakukan untuk menghindari ledakan penduduk yang nantinya dapat mengakibatkan berbagai masalah, mulai dari kelaparan, penyakit sampai kerusakan lingkungan hidup.
Bidang pendidikan
Dalam bidang pendidikan Soeharto mempelopori proyek Wajib Belajar yang bertujuan meningkatkan rata-rata taraf tamatan sekolah anak Indonesia. Pada awalnya, proyek ini membebaskan murid pendidikan dasar dari uang sekolah (Sumbangan Pembiayaan Pendidikan) sehingga anak-anak dari keluarga miskin juga dapat bersekolah. Hal ini kemudian dikembangkan menjadi Wajib Belajar 9 tahun.
Bidang perekonomian
Pada masa pemerintahan Soeharto yang ketujuh kalinya, pada 10 Maret 1998, Kali ini, Prof Ing BJ Habibie sebagai wakil presiden. Indonesia mengalami krisis moneter yang menyerang sampai ke sector krisis ekonomi. Pada 17 Maret 1998, ia menyumbangkan seluruh gaji dan tunjangannya sebagai presiden dan meminta kerelaan para pejabat tinggi lainnya untuk menyerahkan gaji pokoknya selama satu tahun dalam rangka krisis moneter.
o Pengaruh yang ditanamkan.
Pada tahun 1985, Presiden Soeharto sukses mengantarkan Indonesia dari pengimpor besar terbesar di dunia menjadi swasembada didapuk maju ke podium untuk memberikan pidatonya. Dia menyerahkan bantuan satu juta ton padi kering (gabah) dari para petani untuk diberikan kepada rakyat Afrika yang mengalami kelaparan.
Pada tahun 1988, Sekali lagi, mata dunia tertuju lagi kepada seorang Soeharto. Karena sukses dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana, Presiden Soeharto mendapat piagam penghargaan perorangan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York pada 8 Juni 1989.
Meskipun demikian, Soeharto juga menggunakan jaringan luas militer dan bisnis yang dikontrol oleh negara, keluarga Soeharto dan para kroninya mengambil sebagian besar bagian dari pertumbuhan itu bagi diri mereka sendiri, mencuri sekitar 15-30 milyar Dollar Amerika Serikat dan yang menurut Perserikatan Bangsa Bangsa serta kelompok anti korupsi Transparency International menjadikan Soeharto sebagai salah satu orang terkaya di dunia dan mungkin sebagai koruptor terbesar dalam sejarah.
o Prestasi lain.
Pada tahun 1941, Soeharto tamat sekolah militer sebagai lulusan terbaik dan menerima pangkat kopral. Ia terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong serta resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945.
Pada tahun 1942, Dia bergabung dengan pasukan kolonial Belanda, KNIL. Setelah berpangkat sersan tentara KNIL, dia kemudian menjadi komandan peleton, komandan kompi di dalam militer yang disponsori Jepang yang dikenal sebagai tentara PETA, komandan resimen dengan pangkat mayor, dan komandan batalyon berpangkat letnan kolonel.
Pada 1 Oktober 1961, jabatan rangkap sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD) yang telah diembannya ketika berusia 40 tahun bertambah dengan jabatan barunya sebagai Panglima Kohanudad (Komando Pertahanan AD). Pada tahun 1961 tersebut, ia juga mendapatkan tugas sebagai Atase Militer Republik Indonesia di Beograd, Paris (Perancis), dan Bonn (Jerman). Di usia 41 tahun, pangkatnya dinaikkan menjadi mayor jenderal (1 Januari 1962) dan menjadi Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dan merangkap sebagai Deputi Wilayah Indonesia Timur di Makassar. Sekembalinya dari Indonesia Timur, Soeharto yang telah naik pangkat menjadi mayor jenderal, ditarik ke markas besar ABRI oleh Jenderal A.H. Nasution.
Di pertengahan tahun 1962, Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) hingga 1965.Sekitar setahun kemudian, tepatnya, 2 Januari 1962, Brigadir Jenderal Soeharto diangkat sebagai Panglima Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Mayor Jenderal Soeharto dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat dan segera membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya. Setelah diangkat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) pada 1 Mei 1963, ia membentuk Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk mengimbangi G-30-S yang berkecamuk pada 1 Oktober 1965. Dua hari kemudian, tepatnya 3 Oktober 1965, Mayjen Soeharto diangkat sebagai Panglima Kopkamtib. Jabatan ini memberikan wewenang besar untuk melakukan pembersihan terhadap orang-orang yang dituduh sebagai pelaku G-30-S/PKI. Ia menerima penganugerahan Bintang Lima atau Pangkat Jenderal Besar saat berusia 76 tahun (39 September 1997).
Di bidang pertanian, FAO mengganjar penghargaan khusus kepada Soeharto berbentuk medali emas pada 21 Juli 1986.
Di bidang kependudukan, Karena sukses dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana. Presiden Soeharto mendapat piagam penghargaan perorangan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York pada 8 Juni 1989.
Dia dianugerahi UN Population Award, penghargaan tertinggi PBB di bidang kependudukan. Penghargaan itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB, Javier de Cueller di Markas Besar PBB, New York bertepatan dengan ulang tahun Soeharto yang ke-68 pada 8 Juni 1989. Soeharto makin dilirik ketika berhasil menegakkan harkat bangsa Indonesia di latar ekonomi Asia. Di ASEAN, dia dianggap berjasa ikut mengembangkan organisasi regional ini sehingga diperhitungkan di dunia.
o Alasan memilih tokoh ini.
Banyaknya kontroversi mengenai masa-masa kepemimpinan Soeharto sebagai President Republik Indonesia selama 32 tahun, menimbulkan dilema terbesar dalam sejarah kepresidenan Indonesia. Soeharto banyak memberi jasa yang sangat luar biasa bagi bangsa Indonesia. Sepanjang sejarah kepresidenan Indonesia, hanya pada masa Soehartolah Indonesia menjadi Negara yang sangat diperhitungkan bagi Negara-negara maju, baik di Asia, Amerika sampai ke Eropa. Bahkan, di Afrikapun Indonesia pernah menjadi pahlawan pangan karena bantuannya gabahnya untuk mengatasi kelaparan di Afrika. Meskipun demikian Soeharto juga dikenal sebagai Diktator Indonesia dan Koruptor terbesar dunia pada masa akhir pemerintahannya. Inilah yang mengundang rasa ingin tahu saya mengenai kepemimpinan Soeharto dan mengenal dirinya dari semua sisi.

No comments:
Post a Comment